11.50 pm

Hari ini aku sadar sau hal, bahwa pada akhirnya aku harus belajar berbohong. Untuk suami yg sangat aku sayangi, maaf jika aku tidak pandai berbohong. Perasaan ku yg lugas ternyata bisa menyakitimu, membuatmu marah dan itu menakutkan sekaligus memberiku pengalaman yang tidak pernah aku alami sebelumnya. Sulit bagiku untuk berpura-pura baik-baik saja demi ketenanganmu. Tapi … Lanjutkan membaca 11.50 pm

Tak bisa ku bedakan Mana prasangka Mana firasat Tak mampu ku pastikan Mana bisikan syaitan Mana luka hati sungguhan Aku Terpuruk dalam ketidakmampuan ini Aku Hanya berteriak dalam hati; ya Allah rasanya perih, jika ini dari syaitan maka jauhkan lah hamba darinya. Jika ini luka, maka sembuhkan karena luka ini akan melukai sang pemberi luka … Lanjutkan membaca

Hujan Hari Ini: Terbang

Aku jengah dengan hidup yang merenggut kebebasanku untuk menyelam dalam alam pikiran, kaya akan filosofis, juga kebebasanku untuk mengabdi pada Tuhan. Segala tugas dan kewajiban serta tanggungan yang harus ku selesaikan menyita banyak fokus dan waktuku. Masa klinik ini. Ya, sedikit banyak aku merasa seperti burung yang dikatakan Max Demian, berusaha ‘menghancurkan’ dunia ini agar … Lanjutkan membaca Hujan Hari Ini: Terbang

Hujan Hari Ini: yang disebut suami

Rintik hujan pertama menerjang tubuhku selepas ditinggal pergi lagi oleh seseorang yang menjadi teman hidupku, pergi untuk melanjutkan studi ke pulau seberang. Dalam laju sepeda motor yang ku kendarai, pikiranku melintasi ruang dan waktu disapu oleh ribuan rintik hujan pencetus rindu. Tentang suamiku, dia itu wonderwall. Ku pikir aku jatuh cinta padanya ketika dia berkata … Lanjutkan membaca Hujan Hari Ini: yang disebut suami

Terbang

ku tulis agar aku ingat dan mudah mengisi ulang semangat 🙂 Aku bagai burung yang terlahir dalam sangkar, bagiku terbang adalah sebuah kesalahan. Namun, aku akhirnya kalah oleh kehidupan. Nyatanya, aku penat dan akhirnya terbang meski akhirnya pulang kembali ke sangkar. Aku terbang untuk sejenak merasakan bagaimana rasanya menari bersama angin, menghirup udara dari sudut … Lanjutkan membaca Terbang

Jum’at

Mendung datang melengkapi kesyahduan derap langkah para lelaki yang menyeruak dari mesjid. Tua, muda, putih bersih berpeci putih, wangi sejuk syahdu beserta lantunan shalawat mengiringi langkah mereka menuju rumah. Sepulang makan siang dan terperangkap dalam momen syahdu itu, aku teringat abah. Hari jum'at, dua hari sebelum ulang tahunku yang ke 23, abah jatuh sakit, terkena … Lanjutkan membaca Jum’at